Pages

TRAMONTANA, Mobil Tamiya Dalam Dunia Nyata

Sunday, July 11, 2010
ingat masa kecil dulu gan...
mobil tamiya 4WD YANKURO...?
Nah ini ada yang realnya gan...
cekidot....








ini bagian stirnya gan









mobil ini bernama TRAMONTANA salah satu mobil termalal didunia berharga 2 juta Euro=2,6 jt dollar. uang tersebut dapat beli mobil yang banyak di Indonesia gan....

TRAMONTANA merupakan kombinasi dari dari kombinasi mobil Formula 1 dengan mesin Jet memiliki twin Turbo V12 dengan 760 hp hingga bisa mencapai kecepatan 0-100 km hanya 3,6 detik... wow....

nampaknya mobil mainan anak-anak menjadi inpirasi dari produsen mobil...
berminat....

Artikel ini diAmbil Dari => http://haxims.blogspot.com/2010/07/tramontana-mobil-tamiya-dalam-dunia.html#ixzz0tMse6Pn5
Read more ...

Jalan Cepat dan Manfaatnya

Sunday, July 11, 2010
Berjalan cepat bisa membakar lemak yang tidak diinginkan, sekaligus meningkatkan metabolisme Anda dan mendorong potensi pembakaran kalori tubuh Anda. Mulailah dengan berjalan cepat selama 20 menit sekali latihan, tiga kali dalam seminggu. Ingatlah juga, makin sering Anda berjalan, makin besar energi yang Anda dapatkan.
http://i26.tinypic.com/qytsur.jpg
Yang Anda perlukan adalah merencanakan rute dan mulailah. Begitu Anda memulai, Anda akan menyukai stimulusnya pada pikiran dan tubuh Anda.

Cara berjalan cepat
Ketika Anda berjalan cepat, Anda perlu berjalan pada kecepatan yang membuat Anda sedikit kehilangan napas. Berjalanlah dengan melangkahkan kaki sesuai panjang kaki Anda, dari tumit hingga ujung kaki, dan gunakan kedua tangan Anda. Jangan membawa apa pun; gunakan tas pinggang, tas punggung kecil, atau saku untuk benda-benda yang penting, seperti kunci, ponsel, dan air minum. Lengan sebaiknya bisa bergerak dengan bebas dan bawalah beban tangan yang kecil, jika Anda menginginkannya.

Tahan otot perut Anda selama berjalan
Idealnya, tarik dan tahan otot itu hingga tertarik sekitar sepertiga jalan ke arah tulang belakang. Untuk mencapai tingkatan ini, rilekskan otot perut Anda sepenuhnya dan berlatihlah menahan mereka dalam tiga tahap.
Pada tahap pertama, semua otot Anda terikat, tetapi tidak ketat. Pada tahap kedua Anda telah berada pada setengah jalan, dan pada tahap ketiga Anda menarik perut Anda sejauh yang Anda bisa.
Niatkan untuk berjalan pada tahap pertama sehingga otot perut Anda terasa kencang, tetapi beri kesempatan pada diri Anda sendiri untuk bernapas dalam-dalam. Ketika Anda berjalan cepat, Anda juga akan memberikan perut Anda latihan ringan.
Quote:
Pertahankan bahu Anda agar tidak naik dan membungkuk.
Jangan tegang ketika sedang berjalan. Hal ini terjadi jika Anda merasa harus melakukannya. Ketika Anda sedang berada pada kondisi seperti ini, melakukan sesuatu karena Anda merasa harus melakukannya (bukan karena Anda menginginkannya), hal ini terlihat dari bahasa tubuh Anda. Kepalan tangan dan otot Anda menegang, terutama di bagian leher dan punggung. Jika Anda merasakan seperti ini ketika pertama berjalan cepat, maka berfokuslah saja pada pernapasan untuk melepaskan stres. Selalu berjalan dengan kondisi aman. Jika Anda tidak merasa nyaman dalam lingkungan Anda, Anda tidak akan menikmati jalan cepat ini.© haxims.blogspot.com

Banyak orang menikmati jalan cepat karena ini memulihkan tenaga dan menyegarkan, sekaligus memberikan kesempatan untuk melepaskan stres, baik yang berasal dari pikiran maupun jasmani.

Pernapasan Anda akan mendapatkan lebih banyak manfaat dari berjalan dengan bernapas dalam-dalam. Jika Anda menahan otot perut Anda secara berlebihan, maka Anda akan mengalami ketegangan dan bernapas melalui dada (dengan menggunakan bagian atas paru-paru). Bernapaslah dalam-dalam melalui hidung Anda, dan keluarkan melalui mulut, membawa udara ke paru-paru bagian bawah. Cara ini akan memberikan oksigen pada darah Anda, memulihkan energi, dan mendatangkan relaksasi.

Untuk memulai, buatlah rencana untuk berjalan ke suatu tempat yang berjarak 10 menit. Berjalanlah ke sana dan kembalilah. Dengan demikian, Anda telah menyelesaikan rute 20 menit Anda. Berjalanlah dengan cukup cepat sehingga Anda akan seperti kehilangan napas. Tubuh Anda akan bekerja secara aerobik dan membakar lemak. Lakukan jalan cepat secara berselang-seling sehingga Anda setiap hari akan bergantian melakukan pengencangan tubuh dan berjalan.

Manfaat jalan cepat:
* Mengencangkan tubuh
* Membakar lemak
* Meningkatkan fleksibilitas
* Memperbaiki fungsi jantung dan paru-paru
* Mendorong tingkat energi
* Mendorong sirkulasi darah
* Anda merasa sehat!

Read more ...

Ransel-Ransel Keren dan Unik

Sunday, July 11, 2010
Read more ...

10 Benteng Tertua di Indonesia

Sunday, July 11, 2010
10. Benteng Pendem, Cilacap. 1861
Benteng Pendem Cilacap (Belanda: Kusbatterij od de Lantong te Cilacap), dibangun 1861, adalah benteng peninggalan Belanda di pesisir pantai Teluk Penyu kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Bangunan ini merupakan bekas markas pertahanan tentara Hindia Belanda yang dibangun di area seluas 6,5 hektar secara bertahap selama 18 tahun, dari tahun 1861 hingga 1879. Benteng pendem sempat tertutup tanah pesisir pantai dan tidak terurus. Benteng ini kemudian ditemukan dan mulai digali pemerintah Cilacap tahun 1986.
Benteng Pendem dahulunya merupakan markas pertahanan tentara Belanda di Cilacap, Jawa Tengah yang didesain oleh arsitek Belanda. Benteng Pendem difungsikan hingga tahun 1942. Ketika perang malawan Pasukan Jepang, benteng ini berhasil dikuasai Jepang. Tahun 1941, Jepang meninggalkan benteng ini karena kota Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh sekutu; sehingga, benteng ini diambil alih oleh TNI Banteng Loreng Kesatuan Jawa Tengah. Dalam penguasaan TNI, benteng ini digunakan para pejuang kemerdekaan berlatih perang dan pendaratan laut.© haxims.blogspot.com

9. Benteng Du Bus (Fort Du Bus), Papua 1828
Fort Du Bus merupakan benteng pertama pasukan Hindia Belanda yang berdiri di Papua. Berdiri pada 24 Agustus 1828.
Berdirinya benteng ini menandai dimulainya koloni Hindia Belanda di Papua. Nama benteng ini diambil dari nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang berkuasa saat itu, L.P.J. Burggraaf du Bus de Gisignies.
Meskipun daerah Papua sudah sejak tahun 1823 dianggap oleh pemerintah Belanda sebagai bagian dan tanah jajahan Belanda di Kepulauan Nusantara, kekuasaan pemerintah jajahan itu baru sungguh-sungguh terwujud di Papua pada akhir abad ke-l9.

8. Benteng De Kock (Fort De Kock), Bukittinggi. 1825
Fort de Kock adalah benteng peninggalan Belanda yang berdiri di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. Fort de Kock juga nama lama Bukittinggi.
Benteng ini dibangun semasa Perang Paderi pada tahun 1825 oleh Kapt. Bauer di atas Bukit Jirek dan awalnya dinamai Sterrenschans. Kemudian, namanya diubah menjadi Fort de Kock, menurut Hendrik Merkus de Kock, tokoh militer Belanda.
Di tahun-tahun selanjutnya, di sekitar benteng ini tumbuh sebuah kota yang juga bernama Fort de Kock, kini Bukittinggi.

7. Benteng Victoria (Fort Victoria), Ambon. 1775
Benteng Victoria merupakan tempat bersejarah yang terletak tepat di pusat kota Ambon. Benteng tertua di Ambon ini dibangun oleh Portugis pada tahun 1775, yang selanjutnya diambil alih oleh Belanda. Belanda kemudian menjadikan benteng ini sebagai pusat pemerintahan untuk mengeruk harta kekayaan masyarakat pribumi, berupa rempah-rempah yang melimpah di bumi Maluku.
Pada masa pemerintahan Belanda, benteng ini berfungsi strategis, yakni sebagai pusat pemerintahan kolonial. Di depan benteng terdapat pelabuhan yang digunakan sebagai jalur perhubungan laut antar pulau. Melalui pelabuhan ini pula kapal-kapal Belanda mengangkut hasil rempah-rempah untuk didistribusikan ke beberapa negara di benua Eropa. Bersebelahan dengan benteng ini, juga terdapat pasar yang menjadi tempat untuk mempertemukan komunitas para pedagang pribumi. Benteng ini juga digunakan sebagai tempat pertahanan dari berbagai serangan masyarakat pribumi yang melakukan perlawanan. Dan, tepat di depan benteng inilah pahlawan nasional bernama Pattimura digantung, yakni pada tanggal 6 Desember 1817.

6. Benteng Vastenberg (Fort Vastenberg), Solo. 1745
Benteng Vastenburg adalah benteng peninggalan Belanda yang terletak di kawasan Gladak, Surakarta. Benteng ini dibangun tahun 1745 atas perintah Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff. Sebagai bagian dari pengawasan Belanda terhadap penguasa Surakarta, benteng ini dibangun, sekaligus sebagai pusat garnisun. Di seberangnya terletak kediaman gubernur Belanda (sekarang kantor Balaikota Surakarta) di kawasan Gladak.
Bentuk tembok benteng berupa bujur sangkar yang ujung-ujungnya terdapat penonjolan ruang yang disebut seleka (bastion). Di sekeliling tembok benteng terdapat parit yang berfungsi sebagai perlindungan dengan jembatan di pintu depan dan belakang. Bangunan terdiri dari beberapa barak yang terpisah dengan fungsi masing-masing dalam militer. Di tengahnya terdapat lahan terbuka untuk persiapan pasukan atau apel bendera.

5. Benteng Malborough (Fort Malborough), Bengkulu. 1713
Banteng Marlborough (Inggris:Fort Marlborough) adalah benteng peninggalan Inggris di kota Bengkulu. Benteng ini didirikan oleh East India Company (EIC) tahun 1713-1719 di bawah pimpinan gubernur Joseph Callet sebagai benteng pertahanan Inggris.Hari ini i-dus.comtentang" 10 Benteng tertua di Indonesia[PIC++] cekidot gan
.Konon, benteng ini merupakan benteng terkuat Inggris di wilayah Timur setelah benteng St. George di Madras, India. Benteng ini didirikan di atas bukit buatan, menghadap ke arah kota Bengkulu dan memunggungi samudera Hindia. Benteng ini pernah dibakar oleh rakyat Bengkulu; sehingga penghuninya terpaksa mengungsi ke Madras. Mereka kemudian kembali tahun 1724 setelah diadakan perjanjian. Tahun 1793, serangan kembali dilancarkan. Pada insiden ini seorang opsir Inggris, Robert Hamilton, tewas. Dan kemudian di tahun 1807, residen Thomas Parr juga tewas. Keduanya diperingati dengan pendirian monumen-monumen di kota Bengkulu oleh pemerintah Inggris.
 bertemakan

4. Benteng Portugis (Fort Portugis), Jepara. 1632
Benteng Portugis, adalah sebuah benteng peninggalan sejarah yang terdapat di desa Banyumanis yang berdekatan dengan desa Ujung Batu, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Konon benteng tersebut diperkirakan dibangun Pemerintah Mataram pada tahun 1632 sebagai pusat pertahanan untuk menghalau musuh yang datang dari Laut Jawa.
Saat ini Benteng Portugis merupakan salah satu tempat wisata unggulan di Kabupaten Jepara. Lokasi benteng tersebut juga berdekatan dengan Pulau Mandalika.

3. Benteng Belgica (Fort Belgica), P. Banda. 1611
Benteng Belgica pada awalnya adalah sebuah benteng yang dibangun oleh bangsa Portugis pada abad 16 di Pulau Neira, Maluku. Lama setelah itu, di lokasi benteng Portugis tersebut kemudian dibangun kembali sebuah benteng oleh VOC atas perintah Gubernur Jendral Pieter Both pada tanggal 4 September 1611. Benteng tersebut kemudian diberi nama Fort Belgica, sehingga pada saat itu, terdapat dua buah benteng di Pulau Neira yaitu; Benteng Belgica dan Benteng Nassau. Benteng ini dibangun dengan tujuan untuk menghadapi perlawanan masyarakat Banda yang menentang monopoli perdagangan pala oleh VOC.

2. Benteng Keraton Buton (Buton Hill Fort), Bau bau. 1597
Benteng Keraton Buton merupakan salah satu objek wisata bersejarah di Bau-bau, Sulawesi Tenggara. Pada tahun 2006 Benteng ini masuk daftar Genuiness World Records sebagai Benteng terluas di Dunia. Benteng peninggalan Kesultanan Buton tersebut dibangun pada tahun 1597 oleh Sultan Buton III bernama La Sangaji yang bergelar Sultan Kaimuddin. Pada awalnya, benteng tersebut hanya dibangun dalam bentuk tumpukan batu yang disusun mengelilingi komplek istana dengan tujuan untuk mambuat pagar pembatas antara komplek istana dengan perkampungan masyarakat sekaligus sebagai benteng pertahanan. Pada masa pemerintahan Sultan Buton IV yang bernama La Elangi atau Sultan Dayanu Ikhsanuddin, benteng berupa tumpukan batu tersebut dijadikan bangunan permanen. Pada masa kejayaan pemerintahan Kesultanan Buton, keberadan Benteng Keraton Buton memberi pengaruh besar terhadap eksistensi Kerajaan. Dalam kurun waktu lebih dari empat abad, Kesultanan Buton bisa bertahan dan terhindar dari ancaman musuh.

1. Benteng Rotterdam (Fort Rotterdam), Ujung Pandang. 1545
Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' kallonna. Awalnya benteng ini berbahan dasar tanah liat, namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin konstruksi benteng ini diganti menjadi batu padas yang bersumber dari Pegunungan Karst yang ada di daerah Maros. Benteng Ujung Pandang ini berbentuk seperti seekor penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. Dari segi bentuknya sangat jelas filosofi Kerajaan Gowa, bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut. Begitu pun dengan Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun di l
Read more ...

Membaca di Cahaya Redup Tidak Merusak Mata

Sunday, July 11, 2010
Selama ini masyarakat mengetahui bahwa membaca di tempat yang bercahaya remang bisa merusak mata. Namun yang sebenarnya terjadi adalah tidak merusak mata, namun mata mengalami ketegangan.
http://images.detik.com/content/2010/07/10/763/baca-dalam-howstuffworks.jpg
Kondisi ini biasanya seringkali dilakukan anak-anak sebelum menjelang waktu tidur. Dengan hanya ditemani cahaya redup atau remang dikamarnya, anak-anak membaca buku cerita, komik atau buku lainnya.

Seperti dikutip dari Howstuffworks, Sabtu (10/7/2010) sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Medical Journal diungkapkan bahwa membaca di bawah cahaya rendah tidak merusak mata, tapi menyebabkan ketegangan mata. Karena ketika seseorang membaca atau berjalan di cahaya redup, maka mata akan menyesuaikan dengan beberapa cara.

Pertama, retina mata akan mulai memproduksi zat kimia yang lebih sensitif terhadap cahaya, bahkan zat kimia ini dapat mendeteksi cahaya yang dikonversikan ke sinyal listrik serta mengirimkan sinyal ke otak.

Kedua, iris otot menjadi rileks sehingga menyebabkan pembukaan mata. Hal ini memungkinkan mata untuk mengumpulkan cahaya sebanyak mungkin, sehingga sel-sel saraf retina bisa beradaptasi dengan cahaya rendah agar retina mata bisa bekerja pada cahaya rendah.
http://www.funktionalley.com/se/netset/ib/web/P01.m4n?t=m&id=12177
Saat membaca di tempat dengan cahaya redup, fokus akan menjadi lebih sulit, hal ini yang membuat mata harus bekerja keras untuk bisa memisahkan kata dan mata menjadi lebih tegang.

Jika mata bekerja keras untuk waktu yang panjang, maka mata akan menjadi lelah meskipun banyak otot yang digunakan. Kondisi ini dapat mengakibatkan beberapa efek fisik seperti mata sakit, gatal, sakit kepala, nyeri punggung dan leher serta penglihatan berkurang. Selain itu terkadang seseorang jarang berkedip karena terlalu fokus pada satu objek, sehingga kemungkinan bisa mengalami mata kering dan rasa tidak nyaman.

Apabila kondisi ini berlangsung terus menerus, maka ketegangan mata akan semakin meningkat. Jika gejala yang dialami tidak berkurang, maka kemungkinan orang tersebut memiliki masalah mendasar seperti mata rabun jauh.

Sebagian besar beranggapan bahwa membaca di cahaya redup menyebabkan kerusakan permanen, kemungkinan karena seseorang sudah memiliki masalah mendasar mengenai rabun jauh dan ditambah dengan terjadinya ketegangan mata.

Karena itu sebaiknya membaca dengan menggunakan cahaya yang baik, yaitu cahaya yang tidak terlau redup tapi juga tidak terlalu silau sehingga mata tidak mengalami ketegangan. Selain itu usahakan untuk sering berkedip jika terlalu fokus pada suatu objek dan lihatlah ke luar jendela setiap 15-30 menit.

Artikel ini diAmbil Dari => http://haxims.blogspot.com/2010/07/membaca-di-cahaya-redup-tidak-merusak.html#ixzz0tMhz3OUG
Read more ...